Sosialisasi Empat Pilar MPR, Marwan Cik Asan Tegaskan Pentingnya Persatuan Bangsa

Lampung—PS.  MPR RI sebagai lembaga negara terus mensosialisasikan Empat Pilar kehidupan bermasyarakat yaitu Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dengan segala ciri dan karekter baik sebagai bentuk negara dan sebagai semboyan simbol negara. Dengan sosialisasi tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai dengan semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Demikian ditegaskan oleh anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Ir. Marwan Cik Asan, M.M., pada acara “Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Selasa Siang, 10 Februari 2026 di Aula Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara.

Dalam paparannya, Marwan menegaskan bahwa Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Menurut Marwan, sosialisasi Empat Pilar tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sarana strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme sesuai dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945. “Tujuan utama kegiatan ini adalah agar nilai-nilai Empat Pilar benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi XI DPR RI tersebut menekankan bahwa pemahaman dan pelaksanaan Empat Pilar harus dilakukan secara utuh, menyeluruh, berkelanjutan, dan holistik. Hal tersebut, menurutnya, menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan visi Indonesia ke depan yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

Dalam konteks NKRI sebagai bentuk negara, Marwan menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang terbentuk dari unsur-unsur yang tidak terpisahkan. Keberagaman suku, agama, etnis, dan budaya adalah kekayaan nasional yang harus dijaga bersama. “Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia memiliki potensi kerentanan terhadap perpecahan. Karena itu, persatuan dan kesatuan harus terus diperkuat agar keberagaman menjadi kekuatan, bukan sumber konflik,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Marwan juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dan pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai persoalan sosial yang mengarah pada intoleransi dan perpecahan. “Jangan sampai terjadi kegaduhan di tengah masyarakat yang justru melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh pilar kebangsaan merupakan warisan luhur bangsa yang sarat dengan nilai persatuan, kebersamaan, dan toleransi. Oleh karena itu, sosialisasi Empat Pilar harus terus dilakukan secara konsisten dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Ideologi Pancasila mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang baik dan universal. Sosialisasi Empat Pilar tidak boleh berhenti dan harus terus disampaikan kepada masyarakat,” sambungnya.

Di akhir kegiatan, Marwan Cik Asan juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat pusat. Tokoh masyarakat dan fungsionaris Partai Demokrat Kecamatan Muara Sungkai menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta perhatian Marwan Cik Asan yang dinilai selalu konsisten hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kehidupan yang semakin tidak ringan tantangannya.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap Ke-II ini ditutup dengan sesi kuis kebangsaan dan penyerahan buku Empat Pilar MPR RI secara simbolis kepada peserta. (ams**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *