Abdullah Puteh: Alumni HMI Harus Jadi Motor Penguatan UMKM Nasional

Jakarta – PS. Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI), Prof. Dr. Ir. Abdullah Puteh, M.Sc., menegaskan pentingnya konsolidasi kekuatan alumni HMI untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Penegasan itu disampaikan dalam Silaturahmi Nasional dan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah di Gedung SMESCO, Kementerian UMKM RI, kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (2/3/2026), yang dihadiri lebih dari 300 alumni HMI dari berbagai daerah. “Ramadan adalah momentum refleksi sekaligus konsolidasi. Alumni HMI harus hadir dengan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi, terutama di sektor UMKM,” ujar Abdullah Puteh kepada parlemen senayan.

Ia menilai jejaring alumni HMI dan KAHMI yang tersebar di berbagai sektor dan wilayah merupakan modal sosial besar yang perlu diintegrasikan dengan program pemerintah. Karena itu, ia mendorong kolaborasi konkret antara jaringan usaha kader dengan Kementerian UMKM, mulai dari pendampingan usaha, akses pembiayaan, hingga pembukaan jaringan pasar.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pengantar Abdullah Puteh, serta sambutan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman. Turut hadir Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Jenderal MN-KAHMI Syamsul Qomar, serta sejumlah tokoh nasional, antara lain Akmal Budi Yulianto (Direktur Kepesertaan BPJS) dan Ahmad Dolly Kurnia, Anggota DPR RI.

Dalam sambutannya, Maman Abdurrahman menyoroti tantangan utama UMKM yang muncul pascaproduksi, yakni akses dan perluasan pasar. Menurut dia, persoalan UMKM hari ini bukan semata produksi, melainkan bagaimana produk terserap pasar secara berkelanjutan. Ia juga menekankan optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan inklusif. “KUR harus menjadi kanal yang lebih luas dan terstruktur, termasuk bagi jaringan KAHMI yang memiliki basis usaha di berbagai daerah,” ujarnya.

Bagi Abdullah Puteh, penegasan tersebut membuka ruang kerja sama yang lebih sistematis antara alumni dan pemerintah. Ia menyebut sinergi ini penting agar UMKM kader tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dalam ekosistem yang saling menguatkan dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan juga diisi ceramah Ramadan bertema “Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam melalui Penguatan UMKM” oleh Prof. Dr. Hj. Euis Amalia, M.Ag., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menekankan bahwa penguatan UMKM merupakan instrumen pemerataan ekonomi sekaligus mandat moral dalam perspektif ekonomi Islam, dengan dukungan data ekonomi yang akurat agar kebijakan tepat sasaran.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Dalam suasana hangat Ramadan, forum ini menjadi ruang mempererat jejaring sekaligus menegaskan komitmen MN-KAHMI untuk mengambil peran strategis dalam penguatan ekonomi nasional berbasis UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *