46 views

Appernas Jaya Minta Dirut BTN Definitif Dari Internal

Jakarta-PS. Kalangan pengembang perumahan nasional yang tergabung dalam Appernas Jaya mendesak pemerintah atau Meneg BUMN baru yang akan dilantik pertengahan Oktober 2019 agar segera mendefinitifkan Plt Dirut Bank Tabungan Negara (BTN), Oni Febrianto, agar tidak terlalu lama terjadi kevakuman pimpinan di tubuh bank plat merah tersebut.

“Kami menyerap aspirasi dan suara hati dari teman-teman di berbagai daerah yang selama ini banyak berinteraksi dengan para pimpinan cabang BTN, rata-rata menginginkan adanya kelanjutan kepemimpinan dari kalangan internal BTN agar kerjasama selama ini bisa terus ditingkatkan,” ujar Ketua Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas Jaya), Andriliwan Bangsawan, yang dihubungi redaksi “ParlemenSenayan.com”, Rabu (2/10/2019).

Selama ini, lanjut Andre, pihaknya mengungkapkan hal tersebut karena telah keliling di sejumlah daerah yang rata-rata menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap kerjasama dengan Bank BTN selama ini sudah terjalin baik dibawah kepemimpinan Oni Febrianto. “Sebagian besar teman-teman pengusaha di daerah tetap menginginkan Dirut definitif dari kalangan internal agar terjadi keberlanjutan kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini,” tambahnya.

Sebelumnya menanggapi penggantian Dirut Bank BTN oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Appernas Jaya ingatkan “warning” Presiden Joko Widodo yang meminta para menterinya tidak mengeluarkan kebijakan strategis menjelang pelantikan kabinet bulan depan.

Saat itu, Andre menganggap langkah pergeseran pucuk pimpinan di tubuh bank plat merah itu “blunder” yang dilakukan Menteri Rini yang seolah tidak mengindahkan perintah Presiden Jokowi.“Warning tersebut sebagai hal yang wajar untuk dilakukan Presiden. Sebab, para pengusaha juga belum tau apa menteri yang saat ini menjabat, akan mendapat kursi lagi di pemerintahan baru,” ujar Andre.

Meskipun begitu, lanjut pengusaha berdarah Sulawesi ini mengingatkan bila ingin melakukan penyegaran di jajaran Dirut BTN, Menteri BUMN harus mempertimbangakan faktor kader internal. “Apalagi selama ini Pak Oni Febrianto kami nilai sosok orang dalam BTN yang sarat pengalaman didunia perbankan khusus dalam pemberian fasilitas kredit kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR,” jelas Andre.

Dalam masa transisi seperti saat ini, menurut Andre, yang diharapkan oleh pengusaha agar Kementerian BUMN tidak mengambil langkah strategis yang berpotensi menimbulkan gejolak dan kegaduhan tapi fokus menuntaskan kebijakan yang telah disusun. “Jangan bikin keputusan aneh-aneh deh…baiknya duduk saja di kursi masing-masing, laksanakan kewajiban, dan jangan bikin kegaduhan,” tandas Andre yang sebelumnya dikenal sebagai wartawan senior sebelum menekuni bisnis pengembang perumahan. (RM)**

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *