Buka Puasa MN-KAHMI, Dorong Kolaborasi Alumni dan Kementerian UMKM
Jakarta – PS. Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa persoalan utama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini bukan lagi sekadar produksi, melainkan akses dan perluasan pasar pascaproduksi. Hal itu disampaikannya dalam Silaturahmi Nasional dan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah yang digelar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI) di Gedung SMESCO, Kementerian UMKM RI, Jakarta, Senin (2/3/2026).
“Banyak UMKM mampu memproduksi barang dengan kualitas baik. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana produk itu terserap pasar secara berkelanjutan,” ujar Maman. Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem pemasaran dan optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan inklusif.
Menurut dia, jaringan alumni HMI dan KAHMI memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas kanal distribusi dan pembiayaan UMKM. “KUR harus menjadi kanal yang semakin mudah diakses. Jaringan KAHMI bisa menjadi simpul penguatan akses itu,” katanya.
Koordinator Presidium MN-KAHMI, Prof. Dr. Abdullah Puteh, M.S.c., menyambut ajakan tersebut dengan menegaskan komitmen alumni HMI untuk terlibat aktif dalam agenda pemberdayaan UMKM untuk mendorong ekonomi nasional. Puteh, Gubernur Provinsi Aceh Periode 2000-2004, menyebut Ramadan sebagai momentum refleksi sekaligus konsolidasi gerakan ekonomi berbasis kader.
“KAHMI memiliki jejaring luas di berbagai sektor dan daerah. Kolaborasi dengan Kementerian UMKM harus ditindaklanjuti secara konkret, terutama dalam memperkuat UMKM kader HMI agar naik kelas,” ujar Abdullah Puteh, yang juga pernah mengemban amanah rakyat sebagai anggota DPR, MPR dan DPD RI.
Ia juga mendorong lahirnya program sinergi yang terstruktur antara Kementerian UMKM dan jaringan alumni, mulai dari pendampingan usaha, akses pembiayaan KUR, hingga pembukaan jaringan pasar baru.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 alumni HMI lintas generasi itu diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pengantar Koordinator Presidium MN-KAHMI, dan sambutan Menteri UMKM. Turut hadir Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN, Sekretaris Jenderal MN-KAHMI Syamsul Qomar, serta sejumlah tokoh nasional seperti Akmal Budi Yulianto (Direktur Kepesertaan BPJS) dan Ahmad Dolly Kurnia, Anggota DPR RI.
Selain silaturahmi, acara juga diisi ceramah Ramadan bertema “Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam melalui Penguatan UMKM” oleh Euis Amalia, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menekankan bahwa penguatan UMKM adalah instrumen pemerataan ekonomi dan bagian dari mandat moral dalam ekonomi Islam.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Di tengah tantangan ekonomi global, forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi alumni dan pemerintah untuk memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

