Lebih Dekat dengan Hidayah Muhallim : Obsesi Mantan Aktivis Mahasiswa

Hidayah Muhallim

Makassar-PS.  “Maaf….baru ada kesempatan kontak. Saya sibuk ketemu orang, relawan dan kunjungan ke Dapil,” kata Hidayah Muhallim dari balik handphone. Meski lama baru bertegur sapa, namun suaranya masih tetap lembut penuh keakraban. Maklum, saat ini Dayat, begitu ia akrab disapa, maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Partai Demokrat di Dapil Sulsel 2 (Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea dan Biringkanaya) dengan nomor urut 4.

Sebelumnya media setempat memberitakan Daerah Pemilihan Sulsel Dayat tersebut boleh dikata menjadi salah satu “dapil neraka” yang cukup ketat antara caleg. Pasalnya, caleg pendatang baru di dapil itu dinilai harus “diwaspadai”. Posisi incumbent terancam dengan kehadiran figur “kuda hitam”. “Figur ini tidak terlalu diperhitungkan, tapi bisa tampil dengan hasil mengejutkan. Salah satunya Hidayah Muhallim,” tulis koran lokal tersebut.

Dayat menceritakan, selama beberapa bulan terakhir dirinya “dikepung” kesibukan mengunjungi banyak titik di Dapilnya dan merekrut sejumlah personil relawan sebagai kordinator tim pemenangannya di beberapa wilayah. “Meskipun ada relawan yang bisa mewakili, saya tetap berusaha untuk bisa terjun langsung menyapa warga. Karena itu saya harus mengalokasikan waktu buat mereka,” ungkap peneliti dan pekerja sosial alumnus magister sosiologi Universitas Hawai, USA ini.

Disela-sela aktivitas “turba” (turun ke bawah) dan “door to door” yang dilakukannya, Dayat tetap mengontak beberapa teman dan koleganya untuk mendapatkan dukungan moril dan doa restu. “Bantu ka cappo,” pintanya kepada Andi Muhammad Sadli, salahseorang karibnya. “Ini kartu nama saya,” ia mengirimkan file ke WhatssApp sahabatnya tersebut dengan harapan bisa di share ke keluarga dan kawan lainnya yang kebetulan berdomisili di Dapilnya.

Dayat, yang jebolan sarjana hubungan internasional (HI) FISIP Universitas Hasanuddin ini semasa kuliah dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Di kampusnya ia aktif di BEM dan DPM FISIP Unhas. Di organisasai ekstra, Dayat tercatat aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Diantaranya, sebagai Sekretaris Umum HMI cabang Makassar 1996/1997 dan pengurus PB HMI 1997-1999 yang membawanya “merantau” ke Jakarta. Melalui proses panjang bertarung di ibukota antara lain sebagai peneliti di LPES dan aktivitas social lainnya membawa dirinya menyabet beasiswa pendidikan magister. Setelah itu, ia “pulang kampung” ke Sulsel.

“Saya telah bertekad haqqul yakin maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulsel. Nantinya sejumlah kebijakan yang pro rakyat di wilayah Sulsel akan diperjuangkan ketika saya diberikan amanah oleh rakyat,” kata pria kelahiran 28 Desember 1970 dengan optimis mengungkapkan motivasinya menjadi anggota dewan.

Pria berkacamata yang kerap tampil rapi ini lebih dalam mengungkapkan, bentuk perjuangan dirinya tersebut berupa terciptanya lingkungan hidup lestari, tata ruang wilayah berkelanjutan, dan Ekonoi Kerakyatan (UMKM) untuk kesejahteraan. Hanya saja, perlu ada prasyarat yang harus didorong. Pasalnya ketika nanti Sulsel sudah berkembang maju, maka harus mendapat dukungan SDM yang memadai, sehingga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak. Dan tentu saja bakal mengurangi angka pengangguran. “Sebagai latarbelakang peneliti dan pekerja social, saya bertekad untuk menciptakan

SDM yang bukan saja mampu secara skill, tetapi juga menciptakan pekerja yang tangguh,” tambahnya.
Apalagi, lanjut Dayat, hal tersebut sudah sejalan dengan kebijakan yang digelontorkan Pemprov Sulsel terutama dalam program pendidikan gratis. “Menciptakan SDM dari sekolah kejuruan berkualitas harus dikawal, apalagi saat ini pengelolaan tingkat SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi,” tegas Dayat. (RM) *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *