37 views

Ngobrol Bareng Barito Hakim Putra : Merawat Spirit Batik Bekasi

Barito Hakim Putra, S.E.

Kota Bekasi-PS. Enerjik dan pekerja keras. Begitulah kesan saat pertama kali bertemu dengan pria ini. Namanya Barito Hakim Putra. Dengan penuh semangat dan cekatan ia mencoba menularkan virus wirausaha kepada para mahasiswa kota Bekasi, Jawa Barat yang hadir dalam seminar yang diadakan aktivis mahasiswa STIE Mulia Pratama dengan tema “Meneropong dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap UMKM di Bekasi” Rabu (20/3/2019).

Hadir juga narasumber saat itu Andi Muhamad Sadli (dosen STIE Mulia Pratama) dan Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

“Butuh konsistensi bang…! Itulah yang saya lakukan untuk tetap merawai spirit teman-teman perajin batik Bekasi,” ujar Barito Hakim Putra yang menginisiai terbentuknya Komunitas Batik Bekasi (Kombas) dalam ngobrol lepas seusai seminar tersebut.

Bagi Barito, begitu ia akrab disapa, ia merasa terpantik guna “memanggil” para generasi muda Bekasi agar tidak ragu merancang hidupnya dengan terjun sebagai wirausaha dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal.

“Kombas” bisa dibilang wadahnya perajin dan pecinta Batik Bekasi. Disini, kata Barito, Batik Bekasi terus dilestarikan dan diperkenalkan ke masyarakat luas lewat berbagai event pameran dan pelatihan.

Diceritakan Barito bahwa “Kombas” terbentuk awal nya di tahun 2009. Mereka yang ada di komunitas itu berpikir apakah Bekasi punya batiknya atau tidak? untuk menjawabnya, Barito dan kawan-kawan pun lantas melakukan riset dan mencari pengrajin batik yang ada di Bekasi.

“Bisa dibilang Kombas lahir karena kepedulian kita terhadap batik, khususnya Batik Bekasi,” kisah mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Mulia Pratama Bekasi ini.

Batik Bekasi pun dikembangkan menuju usaha bersama. Melalui wadah Kombas dirangkul para pengrajin batik Kota Bekasi. Batik-batik yang ditampung dalam koperasinya merupakan batik hasil karya para pengrajin lokal Kota Bekasi.

Di Kombas sendiri ada batik cap dan tulis, printing yang semuanya akan dibuat tergantung dari konsumen. Diharapkan Batik Bekasi dapat terus eksis dan dilestarikan, tidak hanya oleh masyarakat Bekasi tetapi masyarakat luas.

Memang, diakui Barito, kalau orang bicara soal batik maka batik Bekasi tak sementereng dengan nama besar seperti batik Solo atau pun batik Pekalongan. Meskpun begitu, ia tetap meyakinkan bahwa batik Bekasi ini memiliki pola unik yang berasal dari keberagaman budaya dari “Kota Patriot” (julukan kota Bekasi,red) tersebut yang tentu tidak dimiliki oleh batik lainnya di Indonesia. (RM)*

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *