279 views

Ngopinspirasi Bersama Danni Irawan (1): “Jangan Tunda Berbuat Baik”

Bambang Hartono (tengah) saat menerima Danni Irawan (kanan) di kantor PT Djarum di Jakarta

PS-Jakarta. Suatu ketika, ponsel Danni Irawan berdering. ”Pak Danni bisa bantu dong atlet bridge Indonesia,” begitu suara ajakan dari balik perangkat komunikasi selularnya. Usai obrolan singkat itu, Danni-demikian ia akrab disapa-terdiam sejenak. Beragam tanya “mengusik” pikirannya. Bercampur pula perasaan tak percaya dan surprise.

Bukan soal pokok materi obrolan antara keduanya.Tapi karena yang meneleponnya barusan itu adalah Michael Bambang Hartono, sosok yang menurut Majalah Forbes sebagai orang terkaya kedua di Indonesia setelah adiknya Budi Hartono. Sedangkan untuk peringkat dunia, ia berada di posisi 75.

Bagi Danni, perkataan Bambang dibalik telepon itu agak aneh, tak lazim dan sedikit berbau sindiran. Pasalnya bukan perkara sulit bagi seorang Bambang Hartono untuk memenuhi seluruh kebutuhan atlet tersebut dengan posisi status kekayaannya US$ 16,7 miliar sebagaimana dirilis Forbes.

“Saya terkejut dan menganggap ada makna tersirat dibalik permohonannya itu,” ungkapnya. Batin Danni menangkap pesan seorang Bambang yang dengan rendah hati ingin mengajak dirinya untuk bersama-sama ikut berkontribusi terhadap setiap upaya kebaikan.

Danni pun lantas ingat dengan  kalimat “Fastabiqul Khairat” dalam ajaran Islam yang ia yakini, QS. Al Baqaroh: 148  Al Maa`idah: 48. Fastabiqul khairat adalah sebuah ajakan yang artinya berlomba-lombalah berbuat kebaikan, apapun bentuknya yang terpenting bermanfaat bagi siapa saja.Hikmah berikutnya adalah “pintu rezeki” itu sesungguhnya berasal dari mana saja, tanpa melihat latarbelakang agama, suku dan ras seseorang.

Lebih jauh Danni mengatakan, peluang berbuat kebajikan sebenarnya ada dimana saja, dan Allah SWT mempunyai cara yang indah untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik. Sampai tak ada lagi alasan seseorang untuk tidak berbuat baik.

Seperti contoh diatas, bahwa ketika si A butuh bantuan dan pintu rezekinya sedang dibuka oleh Allah SWT,  maka sesungguhnya itu menjadi peluang bagi siapa saja untuk berlomba berbuat kebajikan membantu pemenuhan kebutuhan si A, karena apapun caranya si A pasti akan mendapatkan rezekinya dari manapun datangnya. “Saya bersyukur ketika itu karena telah diajak untuk ikut andil dalam pemenuhan kebutuhan atlit bridge nasional, sekalipun nilainya mungkin tidak besar,” kenang Danni.

Karena menurut Danni yang sudah 5 tahun ikut memberi perhatian yang serius terhadap nasib rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa, kewajiban kita adalah selalu berupaya untuk mengajak kepada kebaikan. Dan apabila memiliki kemampuan akan menjadi lebih baik lagi kalau kita menjadi orang yang ringan tangan dalam membantu meringankan atau memecahkan kesulitan seseorang. “Dengan demikian Insya Allah kita akan selalu menjadi pemenang dalam berbuat kebajikan,” ujarnya. (RM)**

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *