Marwan Cik : Belanja Agregat Menurun, Pemerintah Harus Lebih Serius Tangani Wabah Covid-19

Jakarta, ParlemenSenayan. Sejak Presiden Jokowi mengumumkan penemuan dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia, pada tanggal 2 Maret 2020, hingga berita ini dimuat, jumlahnya terus meningkat mencapai 227 positif, sembuh 11 dan meninggal dunia 19 (berdasarkan data pemerintah, covid19.go.id. Dari sisi epidemi penyebarannya, juga terus meluas ke beberapa wilayah di Indonesia.

Mencermati situasi yang serius itu, Marwan Cik Asan, Anggota Komisi XI DPR RI, kembali mengingatkan pemerintah untuk lebih serius menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Sebagaimana diberitakan, beberapa negara seperti Italia dan Prancis terpaksa mengisolasi (lockdown) negeranya.  Pemerintah perlu melakukan koreksi dan evaluasi penanganan virus Corona yang tampak  lambat sekarang ini dan tidak terkoordinasi dengan baik, ungkap Marwan Cik, yang juga politisi Partai Demokrat dalam rilis yang diterima parlemen senayan, Rabu, 18 Maret 2020.

Dalam situasi gamang, tentu sebagian masyarakat panik dan gelisah terhadap penyebaran virus corona yang terus meningkat. Pemerintah perlu hadir dan memberikan rasa tenang dan kewaspadaan melalui serangkaian kebijakan yang kredibel dengan langkah-langah yang tepat dan benar.  Pemeritah dapat saja meniru kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintah negara lain yang telah sukses mengurangi dan mengatasi peyebaran virus corona. Kita tentu tidak ingin Indonesia  akan menjadi episenter baru penyebaran virus corona setelah saat ini bergeser dari Tiongkok ke Eropa, ungkap Marwan Cik.

Masyarakat butuh protokol krisis di semua lapisan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus satu suara dalam mengambil kebijakan, dan terus meningkatkan koordinasinya. Sosialisasi protocol krisis penanganan virus Corona yang berlaku dan dijalankan secara internasional perlu pula secara massif disebarluaskan kepada masyarakat, untuk memberi keyakinan bahwa pemerintah siap mengatasi penyebaran virus Corona di Indonesia.

Dari sisi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona, Pemerintah perlu segera menetapkan dan menjalankan respon kebijakan ekonomi, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Dapat dipastikan bahwa wabah virus Corona menurukan seluruh belanja agregat (agregat demand) ekonomi Indonesia, mulai dari turunnya konsumsi rumah tangga, investasi swasta yang anjlok, belanja pemerintah yang melambat, hingga melebarnya defisit neraca pembayaran, tegas Marwan Cik yang juga Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI.

Maka, diperlukan respon cepat kebijakan dari pemerintah, sehingga ekonomi Indonesia tidak terjebak dalam krisis ekonomi akibat virus Corona. Pengalaman penanganan krisis ekonomi global 2008 pada era Pemerintahan SBY dapat dijadikan rujukan pemerintah saat ini dalam mengatasi dampak virus Corona terhadap perekonomian Indonesia. 

“Saya berharap pemerintah lebih serius mengatasi wabah Covid-19 dengan memberikan keyakinan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa penanganan virus Corona berjalan dengan baik sesuai dengan protokol penanganan yang berlaku secara internasional. Begitupula respon kebijakan makro ekonominya juga dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat, dalam rangka merespon penurunan belanja ageregat ekonomi Indonesia” pungkas Marwan Cik Asan.  (Rls) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *