Merawat Asa Pewaris Nabi

The Legacy of Prophet

Jakarta.PS. Momentum kepedulian dari masyarakat Indonesia untuk mengirim bantuan maupun donasi kepada rakyat Palestina, mengundang banyak dukungan, pujian dan apresiasi. “Namun demikian mindset kita tidak boleh lagi hanya sekedar memandang mereka sebagai warga yang membutuhkan uluran tangan saja,” ujar Danni Irawan, Pendiri Aqsa Discovery PLN, dalam perbincangan, belum lama ini di Jakarta.

Danni mengingatkan bahwa Palestina adalah masih negeri terjajah yang harus diperlakukan dengan bermartabat dan terhormat, bukan dengan sikap belas kasihan yang cenderung merendahkan. “Sebab mereka adalah perawat tanah atau negeri para Nabi yang diberkati”. Terlepas diantara mereka memang masih keturunan para Nabi maupun bukan,” jelas Danni.

Sampai saat ini, lanjut Danni, Palestina belum merdeka dan berdaulat. Sejak kedatangan orang-orang eropa secara besar-besaran yang mengaku sebagai kaum Yahudi kemudian berhasil mendirikan negara Israel pada 1948, maka seperti halnya penjajahan yang terjadi diberbagai pelosok dunia oleh bangsa eropa, Palestinapun mengalami hal yang sama dan telah berlangsung selama tujuh dasawarsa.

Berbagai upaya untuk menyelesaikan konflik antara kedua pihak belum membuahkan hasil. Meski begitu, ia menegaskan rayat Palestina tidak akan pernah mau menyerah dalam perjuangan menghadapi penjajahan Israel.

Dengan demikian menurut kami cara terbaik dan terhormat dalam membantu perjuangan bangsa Palestina adalah tingkatkan kesejahteraan hidup mereka agar dapat hidup berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa lain, khususnya Israel.

Alhamdulillah cara-cara demikian telah kami tempuh sejak tahun 2015, yaitu wisata religi sekaligus mengantarkan donasi untuk pemeliharaan Masjidil Aqsa dan donasi kepada sekolah-sekolah anak yatim atau madrasah agar sekolah atau madrasah tersebut bisa tetap berdiri untuk mencerdaskan anak-anak Palestina.

Kalaupun ada jama’ah yang berinisiatif memberi sadakah kepada fakir miskin itu juga hal yang baik, namun yang seperti ini tidak perlu diekspose, sesuai prinsip-prinsip kami bahwa mereka harus diperlakukan dengan cara-cara terhormat sebagai pewaris tanah para Nabi. (RM) *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *